Seperti Pilek

Seperti pilek.
Sebuah keadaan sakit yang sangat mengganggu diri,
dapat mengganggu orang lain pula.

Terutama bagi mereka yang membenci suara sentrap-sentrup rongga hidung,
atau terganggung dengan pemandangan lubang hidung yang kebasahan,
atau sekadar jijik dengan visual yang membuat mual.

“Hentikanlah meler-mu itu!”

Bagaimana caranya?

Aku hanya bisa berteman dengan pilekku ini.

Aku suka menggunakan tisu untuk mengeringkan hidungku,
walau tidak ramah lingkungan,
karena sampahnya menggunung di bawah bantalku.
Dan tentu mereka tidak suka dengan itu.

Ada juga orang yang suka membuang ingusnya di kamar mandi,
karena tisu membuat cuping hidungnya kering.
Dengan keras dia membuang ingusnya.
Dan tentu saja mereka tidak suka dengan itu.

Ada juga orang yang memilih tidur saja di kamar,
memberhentikan dunianya ketika pilek melanda.
Memilih untuk istirahat,
menghangatkan dada.

Menghilanglah dia dari peredaran.
Dan tentu saja mereka tidak suka dengan itu.

Menghentikan pikir,
melantunkan dzikir,
melafalkan doa,
atau
memakan pisang,
memakan cokelat,
atau
meminum air,
atau
bercerita dengan khusyuknya.

Dan tentu saja mereka tidak suka dengan itu.

Teman,

Apapun caramu berteman dengan pilekmu,
jika itu nyaman,

dan tak menambah sakit dirimu,

ketahuilah,

itu benar.