Taksa

#2013

Teardrops

Lubang hidungmu menyesapi,
di mana dulu Bapa menyamun jiwa.
Memberi pundi minyak berlebih,
engkau panggul beban yang pedih.

*

Nadiku dikebumikan sore lalu.
Rantai bunganya terkalung di tengkuk.
Hangat nyala api ditebar salung.
Aroma senja di sekujur tubuh.

Bibir terkatup yang berteriak,
oleh sang fajar terdengar serak.
Berhias dan menyematkan perak,
di sela renda dan sulam koyak

*

Angin, angin, desau di mendung
Daun, daun, bisiknya teduh

Sang pria yang bergegas pergi
Melempar pandang terburu-buru

Tidak mungkin ia bertanya
Tidak mungkin ia padanya

*

Saat gelap yang lalu, kapal berlayar
Menarik sauh, semakin menjauh
Di dalam teguh, ku tatap nanar
Namun tak pernah, engkau berlabuh

*

Kesedihan yang tak mengenal rimba,
menjaga titik-titik bentengmu.
Dia datang sebagai hujan,
dari derai ombak lautan yang paling purba.

8 November 2013

View original post