Magi

“Kita terdiri dari ruang-ruang kosong,”
katamu
Lalu aku mengamini
“Tapi kita pepat dan bergravitasi?”
Aku daulat kita ilusi

Aku daulat kita ledakan
Bintang yang masih berpijar
Bintang yang hilang perkasa
Bintang yang runtuh
karena gravitasinya sendiri, meraja

Namun tetes tangismu meleleh di dadaku
Oleh gerimis awan matamu terlingkar
Gemuruh doa berbaris di telinga
yang aku  engkau dekap
Sedari purba gemanya berderap

Engkau daulat  kita hanya manusia, bumi
kecil merengkuh diam
debu di tata surya
tidak dapat menangkap cahaya
bagian semesta yang belum sampai
tapi sudah kita percaya;
bait-bait kita berbunyi ramai

“Kita mungkin cukup kuat untuk menarik bulan hingga sejengkal di muka,”
katamu
rerumput bersaksi dan massa kita
runtuh di dalam magi

Bandung, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s